
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum pelantikan pengurus PMI Kota Baubau, Selasa (14/04/2025) di Aula Kantor Wali Kota Baubau.
Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan melalui PMI.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi simbol penguatan komitmen kita semua dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan melalui PMI,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus PMI sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam mendukung Pemerintah Kota Baubau, khususnya melalui berbagai aksi kemanusiaan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menegaskan, PMI Baubau memiliki peran yang sangat strategis dan tidak tergantikan di tengah masyarakat. Keberadaannya menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana hingga pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan darah di Kota Baubau terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari peran RSUD Kota Baubau sebagai rumah sakit rujukan bagi wilayah kepulauan sekitar, yang berdampak langsung pada tingginya permintaan darah.
“Kita sering mendengar masyarakat kesulitan mencari darah. Oleh karena itu, PMI harus mampu meningkatkan kapasitas penyediaan stok darah, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi tanpa harus selalu mencari donor secara mendadak,” jelasnya.
Ia berharap ke depan PMI Kota Baubau dapat memodernisasi sistem pengelolaan darah, termasuk memperkuat bank darah agar ketersediaan tetap terjaga dan tidak mengalami kekosongan.
Selain itu, secara kelembagaan PMI juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan serta memperluas jangkauan donor darah, khususnya dengan menyasar donor pemula dari kalangan generasi muda.
“Perlu ada langkah lebih agresif untuk menjaring donor pemula, misalnya dengan masuk ke sekolah-sekolah SMA dan SMK, karena mereka sudah memenuhi syarat usia untuk menjadi pendonor,” tambahnya.
Terkait Unit Transfusi Darah (UTD), ia juga menyinggung pentingnya penguatan kelembagaan agar dapat dikelola secara optimal oleh PMI Kota Baubau. Ia berharap proses administrasi yang saat ini berjalan dapat segera rampung sehingga pelayanan semakin maksimal.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Baubau akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan PMI, baik dari sisi anggaran maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“PMI adalah mitra strategis pemerintah. Karena itu, kami akan terus mendukung kerja-kerja kemanusiaan demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Baubau,” pungkasnya.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pelantikan pengurus Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Baubau menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi sosial di tengah masyarakat. Ketua PMI Kota Baubau, Yusman Rahim, menegaskan bahwa PMI harus hadir tanpa menunggu permintaan, terutama dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Dalam sambutannya, Yusman Rahim menekankan bahwa PMI merupakan organisasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, penanggulangan bencana, serta pelayanan kesehatan.
“PMI harus selalu siap dan hadir di tengah masyarakat, bahkan sebelum terjadi sesuatu. Kita harus mampu mengantisipasi dan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua PMI Baubau, Yusman Fahim (tengah) saat memasuki ruang pelantikan pengurus Markas PMI Baubau
Ia juga menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal komitmen baru dengan energi dan semangat baru bagi seluruh jajaran PMI Kota Baubau untuk semakin tulus dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Menurutnya, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Yusman Rahim turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Baubau atas dukungan yang telah diberikan dalam pengembangan PMI, termasuk dalam proses penguatan kelembagaan dan pelayanan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Baubau tengah dalam proses penguatan administrasi dan perizinan. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh proses tersebut dapat segera rampung sehingga pelayanan dapat berjalan optimal.
“Saat ini UTD sudah berproses dan tinggal beberapa administrasi yang sementara diselesaikan. Kami berharap dalam waktu dekat izin resmi dapat terbit sehingga pelayanan bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengharapkan dukungan dari PMI tingkat provinsi serta seluruh stakeholder di Kota Baubau, termasuk instansi pemerintah, kepolisian, OPD, hingga relawan, untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.
Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Baubau cukup tinggi, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu, keberadaan UTD yang dikelola secara profesional menjadi sangat penting.
“Ketersediaan darah tidak boleh kosong. Ini adalah kebutuhan vital masyarakat, sehingga semua pihak harus terlibat dalam mendukung ketersediaannya,” tegasnya.
Dengan pelantikan pengurus baru ini, PMI Kota Baubau diharapkan semakin solid dan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus Markas PMI Kota Baubau dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekda, La Ode Darussalam, Pimpinan OPD serta tokoh masyarakat. (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – Pemerintah Daerah Kota Baubau kembali melaksanakan Apel Gabungan yang berlangsung di pelataran Kantor Wali Kota Baubau, Senin (13/04/2026).
Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahm, SE, didampingi Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Baubau yang dilaksanakan setiap hari Senin maupun pada momentum Hari Kesadaran Nasional setiap tanggal 17 setiap bulan. Apel gabungan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai unit kerja di lingkup Pemkot Baubau.
Dalam arahannya, Wali Kota Baubau menekankan pentingnya disiplin bagi seluruh ASN sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Ia mengajak seluruh aparatur untuk terus meningkatkan komitmen kerja demi mencapai target pembangunan daerah.
Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memperhatikan batas waktu (deadline) setiap program kerja. Mengingat saat ini telah memasuki triwulan kedua, progres pelaksanaan kegiatan harus berjalan secara normatif dan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
“Disiplin dan komitmen kerja harus terus kita tingkatkan. Saat ini kita sudah berada di triwulan kedua, sehingga seluruh program harus berjalan sesuai target yang telah ditentukan,” tegasnya.
Di akhir apel, Wali Kota Baubau juga menghimbau kepada para camat dan lurah untuk meningkatkan kolaborasi dengan RT dan RW dalam melakukan pengendalian terhadap pembangunan liar di wilayah masing-masing. Ia menegaskan agar setiap temuan dapat segera dilaporkan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Tak hanya itu, terkait kebijakan nasional mengenai Work From Home (WFH), Wali Kota menginstruksikan seluruh aparatur, baik ASN maupun PPPK, agar tetap responsif dengan selalu mengaktifkan telepon genggam masing-masing.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, koordinasi dengan pimpinan dan rekan kerja di masing-masing instansi harus terus dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terputus. Koordinasi harus terus dilakukan agar seluruh tugas pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Tim Forum Kota Baubau sehat kembali menggelar pertemuan khusus di sekretariat Forum Senin (13/4/2026). Pertemuan ini fokus evaluasi capaian penilaian kota sehat.
Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs Tamsir Tamim yang memimpin langsung pertemuan menegaskan, agenda ini sebagai salah satu persiapan penilaian Kota Sehat tahun 2027.
"Kita melakukan evaluasi terkait hasil penilaian Tim pusat pada tahun lalu, setelah itu kami pastikan dokumen apa yang harus dilengkapi. Tentunya kita akan sesuaikan dengan indikator Tim pusat," kata Tamsir Tamim.
Tamsir menambahkan, pemenuhan indikator ini kembali akan dikomunikasikan dengan OPD terkait sesuai dengan porsi tatanan yang ditangani.
"Kita tetap akan komunikasikan dengan OPD terkait, karena idealnya kami dari Forum hanya menjadi mediator pemenuhan indikator tatanan," tambah Tamsir Tamim.
Sekretaris Forum Kota Baubau sehat Imran Kudus mengatakan, pasca pertemuan evaluasi ini akan dibuat rekomendasi untuk dikoordinasikan dengan OPD terkait. Setelah itu kembali akan dilakukan sinkronisasi dalam rangka penilaian Kota sehat periode berikutnya.
"Kita akan menghimpun semua masukan Tim pusat, setelah itu dibuat rekomendasi kepada pihak OPD untuk melakukan pembenahan. Karena ada beberapa yang butuh koordinasi dengan berbagai pihak," kata Imran Kudus.
Untuk pembahasan awal, tatanan penanggulangan bencana yang pertama jadi topik pembahasan. Diketahui, ada beberapa dokumen yang belum memenuhi syarat sesuai indikator penilaian. Selain itu Tatanan Perkantoran dan Perindustrian juga turut menjadi fokus pembahasan.
"Kita akui ada beberapa dokumen yang memang belum memenuhi syarat. Ini yang akan jadi fokus rekomendasi," tambah Imran Kudus lagi.
Untuk diketahui, Forum Kota Baubau sehat telah beberapa tahun terakhir mengawal program ini. Bahkan, telah melibatkan pemerintah dan masyarakat dengan menghadirkan Forum Kecamatan dan Pokja Kelurahan sehat.
Pertemuan ini selain dihadiri ketua dan pengurus forum, juga dihadirkan para koordinator wilayah setiap kecamatan SE kota Baubau. (Rin/Red)
- Dukung Pelestarian Budaya dan Dorong Ekonomi Lokal
BUTON, GAGASSULTRA.COM – Terobosan yang dilakukan Pemerintah Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton untuk melestarikan budaya diwujudkan dengan langkah konkret, dengan menggelar kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton. Kegiatan ini bakal digelar 18 - 19 April 2026.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Pemerintah Desa Barangka yang dipimpin langsung Kepala Desa, Ir. Sutarman, S.T bersama perangkat desa, tokoh adat, Babinsa, serta masyarakat, melaksanakan rapat pembentukan panitia yang di gelar di Aula Kantor Desa Barangka, Minggu (12/04/2025).
Kepala Desa Barangka, Ir. Suharman, S.T, pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton sebagai wadah pelestarian identitas budaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong Desa Barangka sebagai pusat pelestarian budaya transportasi tradisional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Kepala Desa Barangka, Kabupaten Buton, Sutarman saat pimpin rapat pembentukan panitia Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton
Selain itu, kata Sutarman, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. “Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat identitas budaya masyarakat Buton,” ungkapnya.
Festival ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di daerah.
Tokoh adat Desa Barangka turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival ini. Mereka menilai bahwa transportasi tradisional, seperti perahu khas daerah, merupakan bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat pesisir yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembentukan struktur panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, pemuda, hingga perwakilan masyarakat. Pembentukan panitia ini diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan persiapan kegiatan, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun partisipasi masyarakat.
Perwakilan Babinsa Desa Barangka menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung sekaligus mengamankan jalannya kegiatan festival, sehingga dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Selain menampilkan berbagai bentuk transportasi tradisional, festival ini juga akan diramaikan dengan kehadiran pelaku UMKM yang menyajikan beragam makanan tradisional khas Desa Barangka. Kehadiran UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik festival sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Dian Budiman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam rapat tersebut. Ia menegaskan, festival ini merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah desa, tokoh adat, Babinsa, dan seluruh masyarakat. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal dalam menghidupkan kembali budaya transportasi tradisional di Pulau Buton serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap warisan leluhur.
“Harapan kami, festival ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi bisa menjadi agenda berkelanjutan yang berdampak pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam rapat tersebut. Warga berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memperkuat perekonomian desa.
Dengan terbentuknya panitia dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Desa Barangka serta wilayah Pulau Buton secara umum.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – H. Yusran Fahim kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Baubau untuk periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PPP yang digelar di Villa Nirwana, Kota Baubau, Minggu (12/04/2026).
Yusran Fahim kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan Muscab menegaskan, Muscab menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menjadi titik balik perjuangan partai ke depan.

Foto bersama kader PPP Kota Baubau
“Alhamdulillah, dengan terpilih kembali berarti ada tugas baru yang kita hadapi. Ini adalah amanah besar dari partai. Kita harus menambah kursi di DPRD tingkat dua, DPRD tingkat satu, dan yang utama kita harus kembali ke Senayan,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh kader dan pengurus, baik di Kota Baubau maupun wilayah Kepulauan Buton (Kepton), untuk bekerja bersama dalam mewujudkan target politik tersebut.
“Harapan saya kepada seluruh kader dan pengurus, mari kita bekerja bersama supaya apa yang kita rencanakan bisa tercapai. Yang paling utama kita harus kembali ke Senayan. Untuk DPRD tingkat dua dan tingkat satu, insyaAllah sudah bisa kita proyeksikan,” tambahnya optimis.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulawesi Tenggara (Sultra), Rachmawati Badallah, menyampaikan, PPP menggunakan sistem formatur dalam Muscab, dan Yusran Fahim dinilai sebagai kader terbaik untuk memimpin DPC Baubau.
“Saya selalu melihat beliau sebagai politisi yang dewasa. Wilayah kita ini terdiri dari daratan dan kepulauan yang memiliki tantangan berbeda, dan beliau mampu menjalankan peran itu dengan baik,” ujarnya.
Rachmawati juga menyinggung komitmen PPP dalam mendorong pembentukan Provinsi Kepulauan Buton. Menurutnya, meskipun saat ini masih terkendala moratorium pemekaran daerah, perjuangan tersebut harus terus digaungkan.
“Kita percaya ini hanya soal waktu. Moratorium pasti akan terbuka, dan insyaAllah Provinsi Kepulauan Buton bisa terwujud. Ini adalah aspirasi masyarakat yang harus terus kita perjuangkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa target utama PPP Sultra adalah kembali meraih kursi di DPR RI atau Senayan, melalui kerja-kerja elektoral yang terstruktur dari pusat hingga ke tingkat ranting.
“Saya yakin dengan kepemimpinan H. Yusran Fahim, PPP bisa meningkatkan perolehan kursi, baik di DPRD kota, DPRD provinsi, maupun DPR RI,” tutupnya.
Pelaksanaan Muscab DPC PPP Kota Baubau secara umum berjalan dengan baik dan suasana penuh kekeluargaan sesuai dengan AD/ARTHROPODA Partai. (Hasrin ilmi/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau periode 2025-2028 resmi dilantik, Minggu (12/04/2025). Pelantikan dipimpin Ketua Wilayah IDI Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. La Ode Rabiul Awal, SP.B., Subsp.BD(K), dirangkaikan dengan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bentuk penguatan kapasitas tenaga medis dan edukasi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Hj. Sitti Aryati Yusran, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu dalam sambutannya berharap kepengurusan IDI yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi marwah profesi kedokteran. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kota Baubau.
“Kita telah mencapai banyak hal di bidang kesehatan, dan itu tidak terlepas dari peran IDI. Pembangunan kesehatan merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Dikatakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau saat ini telah melampaui angka 80, menjadikannya tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara bahkan melampaui rata-rata nasional.
Menurutnya, hal ini menjadi indikator kuat keberhasilan pembangunan SDM yang didukung oleh tenaga kesehatan, termasuk para dokter.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan secara kolaboratif. Salah satunya adalah peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau yang saat ini masih bertipe D.
Dalam upaya penanganan stunting, Pemkot Baubau juga berhasil menorehkan prestasi dengan memperoleh dana insentif sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua Wilayah IDI Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal, mengaku bangga dengan pelantikan yang dirangkaikan dengan workshop BHD. Hal ini menunjukkan peran IDI sebagai edukator dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait penanganan kegawatdaruratan.
“Dengan edukasi ini, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan pertolongan pertama sebelum pasien sampai di rumah sakit,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan, IDI merupakan agen pembangunan daerah yang memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah. Untuk itu, pihaknya mengingatkan para dokter tidak semata berorientasi pada jasa dan kesejahteraan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan.
Di tempat yang sama, Ketua IDI Kota Baubau, dr. Hasrida Hamid, menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.
Ia menegaskan komitmen IDI sebagai garda terdepan dalam menjaga profesionalisme, etika, dan mutu pelayanan medis di daerah.
“Pelantikan ini menandai pembaruan kepemimpinan yang diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif. Fokus kami pada penguatan kapasitas tenaga medis, optimalisasi sistem rujukan, serta peningkatan edukasi kesehatan publik,” tutupnya. (Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Ditengah kondisi keterbatasan anggaran atau efisiensi tidak boleh menjadi penghalang bagi Pemerintah Kota Baubau untuk terus melakukan inovasi pembangunan. Demikian diungkapkan
Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, Dr. H MZ. Amirul Tamim, M.Si, saat memberikan pemaparannya selaku pemateri pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027 di aula kantor Wali Kota Baubau, Rabu (08/04/2026).
Dikatakan, jajaran aparatur pemerintah agar tidak hanya terpaku pada angka APBD dalam merancang program. Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan justru terletak pada perhitungan kemampuan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Selaku penyelenggara pemerintahan, jangan hanya menghitung APBD, tetapi hitunglah kemampuan masyarakat. Efisiensi bukan alasan untuk tidak berbuat dalam membangun Kota Baubau," tegas Amirul Tamim yang juga mantan Wali Kota Baubau dua periode ini.
Untuk itu, pentingnya desain ruang publik yang strategis, seperti Pantai Kamali, Kotamara, Palagimata, hingga Wantiro. Kawasan-kawasan ini harus dirancang sebagai strategi ruang yang berpihak pada masyarakat.
"Bagaimana menyiapkan Baubau dengan efisiensi? Itu tidak mahal. Tetapkan kawasannya, diskusikan dengan wakil rakyat, dan ingatlah bahwa Baubau adalah calon ibu kota provinsi. Libatkan para teknokrat untuk merancang ini secara matang," jelasnya.
Menurutnya, kondisi hinterland (daerah penyangga) Kota Baubau agar dioptimalkan fungsinya, baik sebagai kawasan pertahanan keamanan maupun kawasan pergudangan. Aksesibilitas juga menjadi poin krusial termasuk percepatan pembangunan jalan lingkar strategis yang menghubungkan Baubau dengan wilayah sekitar, seperti Buton Selatan.
"Akses-akses harus dibuka. Jika kita salah dalam meletakkan dasar pembangunan dan tata ruang hari ini, maka harganya akan dibayar mahal oleh generasi mendatang,"imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Amirul Tamim juga mendorong Pemkot Baubau untuk mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor transportasi udara guna menghubungkan Baubau secara lebih efisien dengan daerah-daerah lain di Indonesia, demi mendukung posisi tawar kota sebagai pusat pertumbuhan di kawasan tersebut.(Hasrin Ilmi/Red)
BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027, menjadi momentum krusial dalam menentukan arah masa depan kota di bawah kepemimpinan "Kerja Bersama".
Hal ini diungkapkan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE saat membuka Musrenbang RKPD Kota Baubau di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (08/04/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau Yusran Fahim menekankan bahwa tahun 2027 merupakan fase krusial karena merupakan tahun pertengahan pelaksanaan RPJMD 2025-2029. Pembangunan ke depan diarahkan untuk menjadi lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi.

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim saat membuka musrenbang RKPD Kota Baubau tahun 2027
Dalam kegiatan ini, Pemkot Baubau menetapkan tema besar untuk tahun 2027, yaitu pengembangan berbagai inovasi pembangunan, mulai dari pemajuan kebudayaan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi (TI)."Tema ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi komitmen kita membangun kualitas SDM, memperkuat identitas budaya, serta menghadirkan pelayanan publik yang modern dan transparan," ujarnya..
Memasuki tahun ketiga kepemimpinan, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengajak seluruh jajaran untuk melakukan refleksi mendalam. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi fiskal ini memicu langkah strategis berupa Review RPJMD Kota Baubau 2025-2029. Langkah ini diambil agar arah kebijakan daerah tetap selaras dengan kebijakan nasional dan program prioritas Presiden, namun tetap mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
"Kita harus adaptif dan cermat. Setiap rupiah anggaran harus dipastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui rasionalisasi kegiatan yang kurang efektif,"ungkapnya.
Wali Kota Baubau menggarisbawahi lima poin utama yang akan menjadi fokus di tahun 2027 yakni pertama pemajuan Kebudayaan dengan menjadikan nilai budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi. Kedua, Pendidikan dan Kesehatan dengan menjamin akses pelayanan yang merata untuk melahirkan generasi unggul.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi berupa penguatan UMKM dan ekonomi kreatif agar pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh lapisan. Keempat, infrastruktur dengan fokus pada konektivitas wilayah dan sarana pendukung pertumbuhan ekonomi. Kelima, tata kelola berbasis TI yakni digitalisasi layanan publik demi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Menutup sambutannya, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan mustahil dicapai tanpa sinergi. Pihaknya mengajak dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi."Melalui Musrenbang ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan gagasan dan inovasi konstruktif. Kita ingin program yang tersusun benar-benar tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,"tutupnya. (Hasrin Ilmi/Red)
KENDARI, GAGASSULTRA.COM – Bagi warga Kota Kendari yang hobi nongkrong sambil menikmati kopi, kini hadir tempat baru dengan konsep berbeda. Lot & Log Coffee Kendari resmi launching dan mulai beroperasi di kawasan Tapak Kuda Kendari.
Mengusung slogan “Ngopi Santai Sambil Trading”, kafe ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung yang ingin bersantai sekaligus mencari peluang tambahan pendapatan melalui aktivitas trading.
Konsep yang dihadirkan menggabungkan suasana tradisional dengan nuansa komunitas yang hangat. Nama “Lot & Log” sendiri merepresentasikan filosofi mencari peluang atau “cuan” di tempat yang sederhana, yakni berbasis konsep kayu dan desain klasik yang nyaman.
Pengelola Lot & Log Coffee Kendari Salam menjelaskan, komunitas trading di kafe ini aktif setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 00.00 WITA, dengan waktu operasional yang lebih fleksibel pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu.
“Di sini pengunjung tidak hanya sekadar ngopi, tapi juga bisa berdiskusi, belajar, hingga praktik trading bersama komunitas,” ujarnya.
Selain menghadirkan konsep unik, Lot & Log Coffee Kendari juga akan dilengkapi dengan hiburan live music untuk menambah kenyamanan dan suasana santai bagi para pengunjung.
Dari sisi kuliner, kafe ini menyediakan berbagai menu, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat dengan cita rasa khas daerah yang siap memanjakan lidah pelanggan.
Kehadiran Lot & Log Coffee Kendari diharapkan dapat menjadi alternatif tempat nongkrong baru di Kota Kendari, khususnya bagi generasi muda yang ingin menggabungkan gaya hidup santai dengan aktivitas produktif.(Hasrin Ilmi/Red)